Pidato Obama mengecewakan? Mengecewakan Siapa? Kecewa itu batu ujinya apa? Tidak jelas khan ukurannya? yang pasti-pasti aja lah!
Lewat milis ini saya ingin menyarankan kepada Tuan Obama. (Tidak tanggung-tanggung, yang saya sarankan adalah presiden Amerika, padahal saya pernah memberi saran ke kepala desa di dekat rumah saya saja tidak digubris.)
Kebetulan dia ngerti bahasa Indonesia karena dia dulu pernah tinggal di Menteng, eh bukan Menteng, tapi Menteng Dalem. Sekali lagi, Menteng Dalem (below menteng). Dan, jangan salah, orang Amerika tahu isi milis ini. Sebab, dari sisi IT mereka jagonya, apalagi yang menyangkut Amerika yang mengaku sebagai polisi dunia.
Tuan Obama!
Anda adalah orang baru di suatu sistem yang sudah terbentuk ratusan tahun. Meski Anda menjadi orang yang menentukan dalam jalannya sistem tersebut, tapi, tentu tidak bisa mengubahnya dengan mudah. Coba saja kalau berani! Coba saja menghentikan roda mobil yang telah berputar kencang pakai tangan Anda. Pasti tangan Anda kalah.
Pidato Anda kemarin memang berusaha merangkul semua kalangan, itulah langkah cerdas Anda. Tunggu saja putaran roda mobil sampai pada kecepatan tertentu yang bisa Anda kendalikan. Lalu, masukkan titipan penyelamatan nyawa orang-orang yang tidak berdosa di daerah Gaza atau daerah lainnya. Tapi, tentu dengan cara yang hati-hati. Sebab, sistem Amerika sudah terbiasa budek terhadap kepentingan orang yang tidak berkaitan dengan kepentingannya.
Ini saran singkat saya. Kalau sempat ke Indonesia mampir ke Bogor ya. Presiden Bush juga sempat main ke Bogor, tapi sepulang dari Istana Bogor, nasibnya sial terus.
He he he .....
Terima Kasih
Affandi Kartodihardjo
http://berkahmenuli s.blogspot. com
--- On Fri, 1/23/09, anton ms wardhana <ari.ams02@gmail. com> wrote:
From: anton ms wardhana <ari.ams02@gmail. com>
Subject: Re: [penulislepas] Re:PIDATO OBAMA MENGECEWAKAN : TIDAK MENYINGGUNG KESEDIHAN PALESTINA
To: penulislepas@ yahoogroups. com
Date: Friday, January 23, 2009, 5:54 AM
saya pikir obama sedang berusaha menunjukkan bahwa dia berdiri di atas semua
golongan.
itu, saya rasa penting, sebab dia adalah pemimpin sebuah bangsa yang
"katanya" melting pot dengan berbagai kepentingan di dalamnya, dan sebagai
pemimpin sebuah negara yang "mengaku" sebagai polisi dunia, dengan segala
masalah dan blok kepentingan di atasnya.
ini juga harusnya berlaku kelak di indonesia. siapapun nanti presidennya,
ngga boleh dia sangat terlihat berat sebelah, membela golongan atau
partainya sendiri. seharusnya sih begitu.. kalo dulu atau sekarang ada yang
berat sebelah ya itu yang salah. jangan ditiru :)
ini belum bicara gaza lho
kembali ke soal obama dan yuk bicara gaza,
imho, ia juga tengah menunjukkan hal itu dalam soal gaza dengan berkomentar.
banyak faktor di dalam negeri USA yang saya rasa perlu diyakinkan bahwa ia
memang mencari solusi, bukan asal berpihak :)
nyatanya, menurut suaramedia (yang naga2nya mengambil berita dari haaretz),
kecaman obama lah yang membuat israel melakukan gencatan senjata. saya
rasa, jika berita ini benar, itu sudah sumbangan besar bagi gaza. setidaknya
untuk awal. dan justru seolah menjanjikan langkah2 berikutnya.. semoga
kembali ke pidato, bagi saya, dalam pidato itu ia menawarkan situasi yang
baru dalam hubungan USA dengan dunia. khususnya ucapannya pada dunia islam
dan/atau dunia berkembang.
seharusnya di titik ini, kita tidak buru-buru menuding (dan atau menagih)
keberpihakan oom barrack hussein obama ini, sebab tawaran yang dia sebut
dalam pidatonya itu, baru lagi mau dimulai.
masih terlalu jauh menuding obama.
tapi ini pendapat pribadi. saya bisa saja salah.
lagian, jujurly ya, ngapain juga sih terlalu berharap sama obama ? bukan dia
yang membuat hidup kita lebih baik. oke dia punya power buat membantu,
tetapi awalnya ya harus dari kita sendiri
indonesia, ya kita yang bikin maju. masak obama ?
*BR, ari.ams*
yang senang obama jadi presiden US, tetapi sadar nasib dirinya dan negerinya
tidak tergantung pada obama
2009/1/23 titus emilius <titus429@yahoo. com>
> Hehehe, Mas Jonru,
> Memang hidup di dunia tidak sebatas hak saja. Dengan Obama menjadi presiden
> Amerika, otomatis kewajibannya terhadap Amerika akan berhubungan lurus
> dengan kewajibannya sebagai salah pemimpin dunia. Itu tidak bisa
> dipungkiri.
> Namun, ada prioritas-prioritas yang akan ia lakukan sebagai pimpinan
> Amerika yang baru.
>
> Ada satu hal disini, sepertinya mas Jonru telah secara sadar dan tidak
> sadar mengakui Obama sebagai leader dunia dengan mengatakan Amerika sebagai
> polisi dunia dan sebagainya. Saya, pribadi, masih beranggapan Obama adalah
> presiden Amerika sebagai satu negara merdeka yang besar. Namun saya tidak
> setuju dengan Amerika sebagai polisi dunia, karena dengan mengakuinya,
> saya mengecilkan harapan dengan kekuatan negara-negara lain dan terutama
> Indonesia. Bagi saya, keterlibatan Amerika, pada Israel, tidak lepas dari
> lobby-lobby besar yang Israel lakukan pada pemerintah Amerika. Dunia arab
> sendiri tidak melakukan hal tersebut, malah mereka membeli klub-klub besar
> di Inggris dan eropa lainnya. Di sini bisa dipastikan, bahwa sesama negara
> arab sendiri, tidak merasa Palestina sebagai prioritas terdepan yang harus
> diselesaikan.
> Coba kita perhatikan politik ekonomi di negara-negara jazirah arab, fokus
> dimana yang menjadi utama dengan mereka. OIL dan WEALTH, itu yang menjadi
> UTAMA. Selama itu menjadi Utama, kondisi apapun yang terjadi di Palestina
> tak akan selesai.
>
> Kembali ke Indonesia, kita pertanyakan, pemimpin macam apa untuk 5 tahun
> mendatang?
> Kita perhatikan, bahwa hampir sebagian besar wakil2 kita di DPR tidak
> kompeten. Apa yang harus kita lakukan untuk itu.
>
> Titus Euy,
> Coach
> http://empoweringou rlife.multiply. com
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar